Euro dan Virus Corona

Euro dan Virus Corona

Tinggal beberapa bulan lagi pergeleraan akbar EURO akan segera dimulai, seperti yang sudah diketahui Virus Corana (COVID-19) sudah mulai mewabah di Benua Biru Eropa tempat berlangsungnya EURO. Dan beberapa hari lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan dan menetapkan bahwa Wabah Virus Corona telah menjadi PANDEMIĀ , yang mana artinya wabah yang telah menginfeksi secara masif dihampir seluruh wilayah geografi yang luas. Bearti Virus Corona telah menginfeksi hampir diseluruh bagian dunia dan tempat digelarnya EURO pun terkena imbas dari Virus Corona ini. Yang artinya EURO dan Virus Corona tidak bisa dipisahkan karena EURO sudah dipastikan akan menarik Fans-Fans sepakbola dihampir seluruh Dunia.

Walaupun WHO telah menaikan status Virus Corona menjadi pandemi namum dalam wawancara Tedros Adhanom Ghebreyesus selakuĀ  Direktur Jenderal WHO mengatakan Virus Corona telah menginfeksi lebih dari 114 ribu orang dan mengatakan bahwa “ancaman pandemi Virus Corona menjadi sangat nyata dan sudah didepan mata”. Meski WHO telah menaikan status Virus Corona menjadi pandemi namun pihak WHO menyatakan “WHO tidak akan menyerah untuk melawan Virus Corona” dan menegaskan bahwa pandemi ini masih bisa dikendalikan oleh WHO. Seperti yang kita ketahui bahwa Virus Corona juga sudah mewabah di INDONESIA dan menurut pemerintah bahwa sebanyak 34 orang sudah terinfeksi dan positif Virus Corona, dimana 1 orang telah dinyatakan meninggal, dan 2 orang dinyatakan sudah sembuh, sehinggal total pasien postif Virus Corona berjumblah 31 orang.

Banyak Organisasi Sepakbola Eropa telah meminta EUFA untuk menunda EURO demi keamanan para pemain serta staf official tim yang bertanding. Menurut Federasi Sepakbola Eropa kesehatan para pemain serta staf official lebih diutamakan daripada pertandingan, oleh karena itu hampir seluruh Federasi Sepakbola Eropa telah memberikan saran untuk menunda EURO hingga 2021. Karena Virus Corona telah mewabah dihampir Benua Eropa, yang berimbas kepada berbagai acara besar di Eropa. Seperti banyak liga-liga EROPA yang terganggu karena masalah virus ini, sehingga Liga Spanyol, Bundesliga Jerman, Liga Inggris, dan Liga lain dilaksanakan tanpa supporter.

Pihak EUFA menolak seluruh permintaan penundaan jadwal EURO dan masih memikirkan cara untuk menanggulangi masalah EURO dan Virus Corona agar dapat menjalankan EURO tanpa khawatir. Memang EURO ditahun ini lebih spesial dan berbeda karena selain di gelar di 12 kota dan 12 negara Eropa EURO kali ini juga untuk menandakan ke-60 tahunnya EURO berjalan, dan selama perjalanan 60 tahun EURO tidak pernah ada penundaan. Hal itu yang membuat EUFA tetep ngotot untuk menjalankan EURO dibulan Juni hingga Juli 2020. Para penikmat judi sepak bola online dan penikmat sepakbola Dunia hanya bisa menunggu jawaban pasti dari pihak EUFA, akankah EURO tetap berjalan sesuai rencana atau ditunda hingga 2021??